Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Wednesday, November 29, 2017

Azhar Mustofa

Indra Sjafri di Pecat Dari Timnas Indonesia U-19

National - Setelah tugasnya seagai pelatih Timnas Indonesia U-19 berakhir Indra Sjafri tetap fokus membina pemain muda. Dia menjadi ketua tim seleksi Bintang Timur Academy.
http://azharspot.blogspot.com/2017/11/indra-sjafri-di-pecat-dari-timnas-indonesia-U19.html
Bintang Timur Academy merupakan akademi sepak bola yang terdapat di kota Atambua, Nusa Tenggara Timur, yang dekat dengan perbatasan Timor Leste. Akademi ini memiliki dua program utama, yaotu sepak bola sosial dan membentuk karakter anak serta remaja.

"saya ketemu Bintang Timur karena pertemanan. Saya sudah sampai perbatasan, tempat Bintang Timur, banyak juga yang mau berkontribusi selain saya" ucap Indra Sjafri di Jakarta (29/11/2017).
"Saya melihat Bintang Timur dari sejarah dan geografis. Kita tidak bicara ontrak profesional tetapi wilayah - wilayah seperti ini harus dueri kesempatan,"tambah Indra.

Nusa Tenggara Timur menurut Indra Sjafri punya kenangan indah buat dia. Di Alor, eks juru taktik Bali United ini menemukan pemain berbakat untuk Timnas Indonesia, Yabes Roni. Indra menemukan Yabes berbakat bantuan Setya Novanto.

"yabes itu sebenarnya, saya itu diajak keliling Setya Novanto, dikasih waktu dua hari cari pemainpemain di NTT. Yabes tidak bisa terbang bersama 15 temannya karena pesawatnya gangguan. Kemudian saya tunggu sehari waktu saya tidak cukup," ucap Indra

Sementara itu, pendiri Bintang Muda Academy, Fary Francis, mengirimkan pihaknya punya lapangan sepak bola terbaik di NTT. Bahkan, salah satu klub Timor Leste, Carsae FC pernah menampung latihan di lapangan Bintang Muda Academy.

"NTT membangun sepak bola supaya bisa meju dan memberikan dukungan untuk memberikan semangat dan arahan," kata Fary yang juga menjadi Departemen Sport Intelligent PSSI.

"Selama dua tahun ini, kami melihat akan ada wadah agar pemain-pemain NTT ini bisa menjadi pemain profesional. Siapa tahu mereka menjadikan pesepak bola dan berguna untuk Timnas Indonesia karena kami sudah membangun infrastruktur terbaik di NTT," ujarnya.

Thursday, October 26, 2017

Azhar Mustofa

Panas , Persisam Samarinda Bungkam Mitra Kukar

Persisam mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 dalam laga yang diwarnai dengan dua kartu merah tersebut.


Derby Mahakam antara Persisam Samarinda dengan Mitra Kukar Tenggarong berjalan dengan panas, namun Persisam yang bertindak sebagai tuan rumah akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga yang diwarnai dua kartu merah tersebut.

Persisam berhasil memetik kemenangan dengan skor tipis 2-1 atas tamunya tersebut. Gol kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh Fajar Legian dan Bayu Gatra, sementara Mitra Kukar hanya berhasil membalasnya melalui gol Zulham Zamrun.

Pertandingan berjalan seru dari awal pertandingan, Pusamania bahkan langsung bersorak ketika laga baru berjalan 13 menit setelah Fajar Legian sukses mengkonversi umpan Lanciene Kone menjadi gol sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0.

Namun, Mitra Kukar bereaksi dengan cepat. Tim besutan Stefan Hansson tersebut langsung menyamakan kedudukan enam menit kemudian setelah Zulham Zamrun, yang mendapatkan umpan terobosan dari Ahmad Bustomi, sukses menaklukkan kiper Fauzi Toldo.

Tim tamu bahkan memperoleh peluang untuk membalikkan kedudukan di menit ke-32, beruntung Toldo kali ini sigap dalam mengamankan peluang yang didapatkan oleh Esteban Herrera.

Di babak kedua, keputusan Sartono Anwar memasukkan Bayu Gatra untuk menggantikan Richard Obiora membuahkan hasil manis. Pemain berusia 21 tahun tersebut sukses membuat tim tuan rumah kembali unggul di menit ke-60 melalui sontekannya.

Pertandingan semakin panas, dua pemain dari kedua kubu yaitu Jajang Mulyana dan Joko Sidik bersitegang hingga terlibat adu pukul sehingga membuat wasit mencabut kartu merah untuk kedua pemain.

Bermain dengan sepuluh pemain, kedua tim tetap melancarkan tekanan. Peluang emas didapat oleh Hamka Hamzah di penghujung pertandingan, namun sayang peluangnya hanya berakhir di mistar gawang Persisam. Tambahan waktu sepuluh menit yang diberikan wasit juga tidak mampu dimanfaatkan Mitra Kukar untuk mengejar ketertinggalan, sehingga Persisam keluar sebagai pemenang.

Dengan kemenangan itu, Persisam naik satu peringkat menggusur Persiwa Wamena di posisi enam. Sementara Mitra Kukar tertahan di posisi ketiga klasemen sementara ISL.

Monday, October 9, 2017

Azhar Mustofa

Penyebab kekalahan arema dari bali united 6-1

Pengakuan tegas dan singkat disampikan pelatih arema FC joko susilo Setelah anak asuhnya di bantai oleh bali united. 
Bali united sebagai tuan rumah tampil garang di kandan sendiri lanjutan liga 1 GOJEK TREVELOKA
pada 8/10/2017 dengan skor 6-1 penyebabnya adalah saya kurang beruntung di pertandingngan ini. 
http://azharspot.blogspot.com/2017/10/penyebab-kekalahan-arema-dari-bali-united-6-1.html

Pada saat konferensi pers, manajer arema joko susilo mengatakan bahwa kekalahan telak timnya pada pekan ke-28 Liga 1 dari bali united ini adalah karena dia yang kurang beruntung sehingga arema menerima kekalahan telak ini. 

joko susilo " kami belum beruntung bukan timnya melainkan seaya joko susilo yang tidak beruntung. Sekali lagi bukan tim melainkan saya yang kurang beruntung"
dia menjawab berkali kali pertanyaan dari wartawan.

Pada laga ini enam gol telah melesat ke gawang arema lahir dari gol irfan bachdim, Sylvano Comvalius, Stefano Lilipaly dan Miftakhul hamdi.
sedangkan satu gol yang dilesatkan oleh arema ke gawang bali united di ciptakan oleh esteban viscarra.

Berkat kemenangan ini bali united membuntuti pemuncak klasemen liga 1 yaitu Bjayangkara Fc dan arema merosot ke bawah klasemen. 
Dengan kekalahan ini arema harus bekerja keras untuk naik ke atas klasemen.

Thursday, February 12, 2015

Azhar Mustofa

Pengaruh Indonesia Naik 1 Peringkat Ranking FIFA

Sepak Bola National: Berita TimIndonesia mengalami kenaikan satu tangga di daftar ranking terbaru FIFA.

Sedangkan saat ini yang menjadi no satu di asia tenggara adalah Vietnam menggeser Filipina untuk menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara di ranking terbaru FIFA.

Kendati tim nasional tidak menjalani laga internasional sepanjang bulan Januari hingga awal Februari, posisi Indonesia mengalami kenaikan satu tangga di ranking FIFA yang akan di liris hari ini.

Berdasarkan ranking terbaru, Indonesia menduduki peringkat ke-158 dunia, dari sebelumnya 159. Di level Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi keenam di bawah Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Di ajang piala asia kemarin menjadi juara adalah Australia, Sukses Australia menjadi juara tahun ini memberikan pengaruh signifikan bagi Socceroos. Australia melonjak 37 tangga dari posisi 100 di Januari menjadi 63 bulan ini. Sedangkan runner-up Korea Selatan naik 15 tangga ke peringkat 54.

Salah satu raksasa Asia, Jepang, terus mengalami penurunan, dan kali ini melorot satu peringkat ke posisi 55. Iran menjadi satu-satunya wakil Asia yang mampu menembus 50 besar dunia dengan menduduki posisi ke-41.
Begitu juga dengan Pantai Gading yang sukses menjadi kampiun Piala Afrika. Mereka naik delapan tangga ke posisi 20, dan menempati peringkat kedua di benua Afrika di bawah Aljazair. Ghana yang harus puas sebagai runner-up mengalami peningkatan 12 tangga menjadi peringkat 25.

Sementara itu, posisi sepuluh besar tidak mengalami perubahan terlalu signifikan. Peringkat satu hingga delapan masih ditempati Jerman, Argentina, Kolombia, Belgia, Belanda, Brasil, Portugal, dan Prancis. Sedangkan Uruguay menggusur Spanyol ke peringkat sepuluh.
Perubahan Rankking FIFA sungguh sangat cepat, dimana spanyol di piala dunia 2010 menjadi no 1. sehabis piala dunia 2014 menjadi peringkat 10.

Tentunya Indonesia sangat bangga walaupun hanya naik satu peringkat.

Friday, August 8, 2014

Azhar Mustofa

Hasil Timnas u-19 vs Malaysia Imbang Tanpa Goal


Timnas U-19 menjalani laga perdana melawan negri jiran malaysia dengan sekor kaca mata alias 0-0 . Evan dimas dkk, tidak bisa menjebol gawang malaysia, timnas u-19 memainkan formasi 4-3-3 untuk mengedor tim lawan. Peluang pertama di kaki Ilham Udin Armain tidak bisa di manfaatkannya melebar disish gawang skor masih kacamata 0-0 gaya permainan tiki taka Garuda Jaya pun tidak terlihat.

Dibabak kedua garuda jaya langsung tancap gas tetapi peluang-peluangnya masih gagal untuk menjebol gawang malaysia. Evan Dimas tidak mau kalah melakukan tembakan silang pada menit 60 tetapi kiper malaysia melakukan penyelamatan gemilang. Timnas u-19 pun gencar melakukan serangan kepada tim lawan tetapi juga tidak bisa memanfaatkan peluang-peluangnya. Malaysia cuma bisa mengandalkan serangan balik kepada timnas u-19 tetapi tidak bisa memanfaatkan serangan balik tersebut. Tidak ada waktu lagi untuk kedua tim untuk menjebol gawang lawan-lawannya, skor imbang 0-0 sampai akhir pertandingan. Dilaga awal Timnas u-19 Hassanal Bolkiah Trophy 2014 harus menerima skor kacamata alias 0-0 dengan Malaysia. 

Laga selanjutnya Timnas U-19 vs Brunei 8 agustus 2014 yang akan disiarkan oleh TV local Nasional. 
 




 


 

Wednesday, August 6, 2014

Azhar Mustofa

Jadwal Timnas U-19 Hassanal Bolkiah Trophy 2014

Timnas u-19 berada di Group B Garuda Jaya bersama Malaysia, Vietnam, Brunei, Kamboja
dan Singapura.
Garuda muda Indonesia akan bertemu malaysia di laga awal Piala Hassanal Bolkiah Trophy 2014

Berikut Jadwal Lengkap Pertandingan Garuda Muda Indonesia Hassanal Bolkiah Trophy 2014 :

8  - agustus 2014   Malaysia vs Indonesia  15.00 ( Sctv )
11- agustus 2014  Indonesia vs Brunei       19.15 ( Sctv )
13- agustus 2014  Vietnam vs Indonesia    15.00 ( Sctv )
16- agustus 2014  Kamboja vs Indonesia  15.00 ( Sctv )
18- agustus 2014  Singapura vs Indonesia 15.00 ( Sctv )

20 - Agustus  Juara Group A vs Runner Up Group B  13.45 ( Sctv )
20 - Agustus  Juara Group B vs Runner Up Group A  19.15 ( Sctv )
23 - Agustus (FINAL)    19.30 ( Sctv )



Friday, February 14, 2014

Azhar Mustofa

Jadwal lengkap TIMNAS U-19 Tur Nusantara

Jadwal lengkap tur nusantara timnsa U-19





3-2-2014  PSS SLEMAN vs TIMNAS INDONESIA U-19


5-2-2014 PERSIBA BANTUL vs TIMNAS INDONESIA U-19


7-2-2014 PRAPON DIY YOGYAKARTA vs TIMNAS INDONESIA U-19


10-2-2014 PRA PON JATENG vs TIMNAS INDONESIA U-19


14-2-2014 PSIS SEMARANG vs TIMNAS INDONESIA U-19


17-2-2014 PERSIJAP JEPARA vs TIMNAS INDONESIA U-19 


21-2-2014 PERSEBAYA U-21 TIMNAS INDONESIA U-19


24-2-2014 PRA PON JATIM vs TIMNAS INDONESIA U-19


26-2-2014 AREMA U-21 vs TIMNAS INDONESIA U-19 


28-2-2014 PERSIKOBA (MALAMG UNITED) vs TIMNAS INDONESIA U-19


10-3-2013 PERSIBA BALIKPAPAN  vs TIMNAS INDONESIA U-19


14 3-2014 PUSAM vs TIMNAS INDONESIA U-19


17-3-2014 MITRA KUKAR vs TIMNAS INDONESIA U-19

Friday, September 6, 2013

Azhar Mustofa

Keith Kayamba Gumbs Belum Berminat Jadi Pelatih

http://azharspot.blogspot.com/2013/09/keith-kayamba-gumbs-belum-berminat-jadi.html

Keith Kayamba Gumbs masih ingin melanjutkan karir sebagai pesepakbola.

Kayamba Gumbs mengaku masih ingin terus bermain, dan belum berpikir menjadi pelatih.

Striker veteran Keith Kayamba Gumbs menungkapkan, saat ini dirinya masih belum berpikir untuk pensiun, dan melanjutkan karir di kepelatihan. Kayamba Gumbs menyatakan fisiknya masih sanggup untuk bermain.

Pelatih Rahmad Darmawan tidak ragu memberikan jatah starter kepada Kayamba Gumbs selama kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/13, jika tidak sedang mendapatkan kartu, atau cedera.

Kayamba Gumbs mengatakan, meski usianya saat ini sudah mencapai 40 tahun, kondisi fisiknya sangat bugar, dan tidak pernah mengalami masalah di pertandingan. Kebugaran ini merupakan hasil menimba ilmu di Amerika Serikat. Ia pun mendapat sertifikat di bidang pengondisian fisik pemain (conditioning for soccer).

“Saya saat ini masih kuat dalam bermain. Karena itu untuk melatih saya masih belum ingin. Tapi, kalau sekedar membantu para pemain muda, terutama menjaga kondisi kebugaran, saya sangat senang sekali,” ujar Kayamba Gumbs kepada Goal Indonesia.

Kayamba Gumbs mendapatkan aplaus dari kelompok suporter Arema, Aremania, saat melesakkan sebuah gol pada pertandingan terakhir tim Singo Edan di Kanjuruhan melawan Persiba Balikpapan. Tidak hanya gol, striker yang pernah setahun di Hull City pada 2000 ini juga bermain spartan penuh energi selama 90 menit.
Azhar Mustofa

Persipura Jayapura Ingin Pertahankan Kekompakan Tim



Manajer tim Persipura Jayapura Rudi Maswi berharap kekompakan tim tetap terjaga

Kekompakan dibutuhkan tim Mutiara Hitam di musim depan saat mereka juga mengarungi kompetisi Asia.

Manajer tim Persipura Jayapura Rudi Maswi berharap agar kekompakan yang selama ini menjadi kunci sukses tim Mutiara Hitam bisa dipertahankan pada musim depan, mengingat mereka bakal berkompetisi di Asia sebagai juara Indonesia Super League (ISL) 2012/13.

Menurut Rudi, hubungan harmonis semua elemen di Persipura membuat mereka percaya diri melewati rintangan sesulit apa pun. Tak heran bila Persipura sudah dinobatkan sebagai jawara saat kompetisi masih menyisakan beberapa laga.

“Kekompakan semua pemain perlu diapresiasi selama musim bergulir. Itu yang akan kami pertahankan di kompetisi mendatang. Selain kekompakan antarpemain, hubungan harmonis antara pemain dan pelatih, pelatih dan manajemen, serta pemain dan manajemen menjadi kunci kami memenangi gelar musim ini.”

“Kami harus terus menjaga ritme permainan, fisik, dan mental pemain, untuk menyongsong bergulirnya Piala AFC. Semoga kebersamaan tim tetap terjaga.”

Kebahagiaan tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut makin lengkap. Sebelum pertandingan kontra Persepam Madura United, Kamis (5/9), dimulai, tiga pemain Persipura dinobatkan sebagai pemain terbaik ISL musim ini, kapten tim sekaligus penyerang Boaz Salossa, gelandang serang impor Zah Rahan Kranggan terbaik kedua, dan gelandang energik Immanuel Wanggai menjadi terbaik ketiga.

“Pihak Exco [komite eksekutif] PSSI yang menyerahkan kepada tim Persipura sepuluh menit sebelum pertandingan dimulai,” ungkap ketua pelaksana pertandingan Persepam M Syafii.

Terpilihnya tiga pemain Persipura sebagai pemain terbaik, seolah melengkapi kemenangan 3-0 atas Persepam di Stadion Gelora Bangkalan. Laga Persepam kontra Persipura juga menjadi ajang penyerahan trofi juara ISL kepada ketua umum Persipura Benhur Tomy Mano sepuluh menit sebelum kick-off.

Benhur mengatakan, replika trofi ISL itu akan diarak keliling kota Jayapura dari Bandara Sentani.

“Kenapa diserahkan di sini [di Gelora Bangkalan]? Karena akan kami rayakan sukses ini dengan keliling kota Jayapura,” ungkap Benhur.

Secara terpisah, manajer Persepam Achsanul Qosasi mengakui keunggulan Persipura, baik secara teknik maupun fisik pemain. Ia pun berujar skuat Persipura memang pantas menjuarai kompetisi musim ini.

“Kami kalah kelas, baik secara kualitas maupun fisik pemain. Persipura memang pantas juara di musim ini. Selamat buat mereka,” kata AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi.
Azhar Mustofa

Indonesia Akan Kembali Kedatangan Legenda

Para legenda Manchester United akan kunjungi Indonesia

Para legenda Manchester United akan kunjungi Indonesia

Indonesia kembali akan kedatangan pesepakbola mancanegara. Kali ini giliran para legenda Manchester United.

Indonesia kembali akan kedatangan pesepakbola mancanegara. Kali ini giliran para legenda Manchester
United yang mencicipi rumput Gelora Bung Karno pada 23 Oktober 2013 nanti.

Pihak penyelenggara acara dari MC Pro telah mengkonfirmasi jadwal berkunjungnya para mantan pujaan Old Trafford tersebut.

Laga para legenda sepakbola ini akan digelar dengan nama "Battle of Red", dimana mempertemukan Indonesia RED dengan Manchester United Legends.

Meski belum diumumkan daftar seluruh pemain yang akan berkunjung pada 23 Oktober nanti, namun pihak agen dari laga tersebut, Sasi Kumar, telah menyebutkan beberapa nama.

"Saya belum bisa memastikan iya atau tidak (pemain mana) yang akan datang, namun seluruh skuat yang telah pensiun dari Manchester United kami coba hubungi," jelasnya setelah acara konferensi pers berakhir.

Namun beberapa nama yang sudah disebutkan, beberapa adalah Dwight Yorke, Jesper Blomqvist,
dan Peter Schemeichel. Peter Schmeichel sendiri kabarnya akan bertindak sebagai manajer pemain di
lapangan.

Indonesia RED yang akan menghadapi Manchester United Legends terdiri dari beberapa nama yang cukup
dirindukan kehadirannya, salah satunya adalah Bambang Pamungkas.

Ada pula beberapa nama yang sudah dikonfirmasi seperti, Firman Utina, Maman Abdurahman, Kurniawan Dwi Yulianto, Zainal Arifin, Gendut Doni, Hendro Kartiko dan Bima Sakti.

Pihak sponsor dari acara ini akan membagikan 5000 tiket gratis, yang dapat diakses melalui laman resmi acara ini.

Friday, July 26, 2013

Azhar Mustofa

Persib Enggan Remehkan Kekuatan Barito Putra



Dalam lanjutan kompetisi ISL musim 2012/2013, Persib Bandung akan bertandang ke markas Barito Putra di Stadion Demang Lehman pada Jumat, 26 Juli 2013 ini.
Pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman menginstruksikan kepada anak asuhnya agar tidak meremehkan kekuatan Barito Putra. Pasalnya, Barito Putra belum pernah kalah saat bermain dikandang dan juga memiliki pemain yang berkualitas.

Apalagi Barito Putra memiliki mesin gol, Djibril Coulibaly. Hingga saat ini Djibril mengoleksi 17 gol.
“Secara tim, Barito Putra memang bagus. Saat ini punya rekor bagus, belum kalah di kandang. Bahkan bisa mengalahkan tim-tim besar juga di sana, tapi target kita tetap maksimal, kita coba meraih kemenangan di sana.” Ujarnya.
“Barito selalu  tampil bagus, secara materi juga bagus,  ada Coulibaly, Dedi Hartono, Yongki Ariwibowo. Tapi kita tidak pernah menjaga secara spesial bintang lawan.



Tuesday, July 23, 2013

Azhar Mustofa

Brendan Rodgers Sanjung Indonesia Luar Biasa


Pelatih Liverpool ini menyanjung Indonesia dari semua sisi, dari permainan hingga atmosfer pendukung.

Pelatih Liverpool Brendan Rodgers menyanjung Indonesia dari semua sisi, dimulai dari permainan tim, atmosfer pendukung, hingga Indonesia sebagai sebuah negara.

"Pertama, saya kira tim Indonesia bermain dengan sangat bagus, mereka berusaha dengan keras. Kami semua tahu bahwa pertandingan ini akan sangat sengit setelah mereka bermain dengan Arsenal. Bintang dari tim Indonesia adalah keseluruhan tim.

"Atmosfernya luar biasa, hebat, Anda merupakan salah satu negara terindah di dunia. Atas nama segenap Liverpool Football Club. . .TERIMA KASIH...!!!" ujar pelatih yang mengucapkan salamnya dalam Bahasa Indonesia itu.

"Saya akan menceritakan bahwa ada satu tempat yang harus dikunjungi di dunia, ini adalah negara yang harus dikunjungi. Aku akan menceritakan pada anak saya dan banyak orang bahwa Indonesia adalah tempat yang indah untuk dikunjungi

Sunday, July 21, 2013

Azhar Mustofa

HASIL POLLING Goal 50: Lionel Messi Striker Terbaik Musim 2012/13 Pilihan Pembaca Indonesia


Si peraih Ballon D'Or empat tahun beruntun masih menjadi yang terbaik versi pembaca Goal Indonesia.
Sebagai bagian dari menyambut penghargaan tahunan Goal 50 2013, redaksi Goal Indonesia merilis daftar jajak pendapat berisi nama-nama pemain yang pantas mendapat predikat sebagai yang terbaik sepanjang musim 2012/13.

Pembaca telah memilih 20 nama yang tersedia dalam daftar jajak pendapat striker terbaik 2012/13 dan Lionel Messi memperoleh suara terbanyak dengan 25,3 persen dari total suara. Andalan Barcelona itu berhasil mengumpulkan 3.821 suara. Pesaing terdekatnya adalah bintang Belanda yang baru saja meraih gelar bersama Manchester United, Robin van Persie, dengan 3.600 suara. Tiga nama lain yang berturut-turut melengkapi posisi lima besar adalah Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Mario Balotelli (AC Milan), dan Robert Lewandowski (Borussia Dortmund).

Berkebalikan dengan edisi Indonesia, mayoritas pembaca edisi Goal Internasional malah memilih Cristiano Ronaldo sebagai penyerang yang pantas mendapatkan predikat terbaik sepanjang musim 2012/13. Sang superstar mengumpulkan total 29,62 persen suara diikuti oleh Messi di tempat kedua. Van Persie, Lewandowski, dan Balotelli melengkapi daftar lima besar. Dengan demikian, posisi lima besar sama seperti pilihan pembaca Indonesia hanya urutannya berbeda.

Siapakah yang lebih baik antara Messi atau Ronaldo dalam daftar Goal 50? Nantikan mulai 29 Juli mendatang!

Thursday, April 25, 2013

Azhar Mustofa

Sergio Van Dijk Ungkap Proses Gol Ke Gawang Arema

Sergio Van Dijk Ungkap Proses Gol Ke Gawang Arema

Penyerang Persib Bandung Sergio van Dijk membuka rahasia gol indah ke gawang Arema. 

Akhir pekan lalu penyerang Persib Bandung Sergio van Dijk mengemas gol kemenangan Pangeran Biru atas Arema Indonesia melalui tendangan bebas yang dieksekusi begitu indah.

Gol bermula dari pelanggaran Egi Melgiansyah terhadap Mbida Messi di dekat kotak penalti dan striker yang pernah memegang status sebagai top skor A League Australia ini sukses menaklukkan kiper tim nasional Indonesia, Kurnia Meiga.

Sergio mengaku melihat pergerakan kiper sebelum mengambil keputusan mengarahkan bola ke tiang jauh.

"Gol-gol yang tercipta di semua pertandingan selalu berawal dari kesalahan," buka van Dijk.

"Saya menembak ke tiang jauh karena sudah menduga dia (Kurnia Meiga) menebak bola bakal mengarah ke sisi lain gawang. Benar saja dia bergerak terlebih dahulu ke kiri, episode ini ambil bagian dari terciptanya gol namun sentuhan keberuntungan tentunya ada."

"Situasi di gawang Arema semakin parah karena ada beberapa pemain yang bergerak di depan gawang hingga kiper kesulitan melihat bola. Tetapi seperti yang saya katakan, semua gol bermula dari adanya kesalahan."

Dengan gol tersebut Sergio telah mengemas sembilan gol secara beruntun bagi Persib. Pasukan Maung sendiri sekarang menempati peringkat keempat klasemen sementara ISL
Azhar Mustofa

Deltras Siap Hadapi Tantangan Perseta

Deltras Siap Hadapi Tantangan Perseta

Donald dan Leeflang bisa tampil di pertandingan lawan Perseta.

Usai menelan kekalahan dari tuan rumah PSBK Blitar, skuat Deltras Sidoarjo harus kembali ke lapangan untuk melanjutkan kiprahnya di ajang Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013. Kali ini, tim yang bakal dihadapi adalah tuan rumah Perseta Tulungagung di Stadion Rejo Agung, Tulungagung, Kamis (25/4).

Terkait dengan tantangan ini, tim berjuluk The Lobster tersebut mengaku siap. Pihak Deltras menyatakan, akan turun dengan kekuatan penuh dalam menghadapi laga ini, termasuk dua punggawa asing barunya, Djamel Romano Leeflang dan Bissa Donald.

“Semua pemain dalam kondisi fit dan siap tempur. Mereka semua siap untuk diturunkan. Selain mengandalkan dua pemain asing baru [Donald dan Leeflang], I Komang Mariawan juga akan kami turunkan untuk memberikan variasi serangan pada laga nanti,” jelas pelatih Deltras Djoko Susilo kepada GOAL.com Indonesia.

Pada putaran pertama, Deltras sukses mencukur Perseta dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Karenanya, di putaran kedua di kandang Perseta kali ini, Deltras minimal menargetkan membawa pulang raihan satu poin.

“Perseta tim bagus. Bermain di kandangnya, kami juga harus tampil bagus. Minimal kami harus bisa membawa pulang satu poin. Ini target yang realistis bagi kami. Syukur-syukur bisa tiga poin,” terangnya.

Menurut Djoko, hal yang harus diwaspadai dari Perseta adalah kokohnya pertahanan mereka, serta kecepatan para pemainnya. Sebab dari pengamatan mantan arsitek Gresik United dan Persela Lamongan ini, dua hal inilah yang selalu merepotkan lawan-lawan Perseta. Bahkan, saat Deltras menjamu Perseta di Sidoarjo di putaran pertama lalu, Deltras tampak susah payah menembus pertahanan Perseta.

“Pertahanan mereka kokoh, kecepatan para pemainnya juga bagus. Untuk itu, kami akan memanfaatkan lebar lapangan untuk menembus pertahanan Perseta. Namun, sesekali kami juga akan menusuknya dari jantung lapangan,” ucap Djoko.

Di klasemen sementara Grup III Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013, peringkat kedua tim juga tak terpaut jauh. Perseta nangkring di posisi keempat, dengan sebelas poin dari tujuh kali pertandingan. Sementara Deltras berada tepat di bawahnya atau posisi kelima, dengan sepuluh poin dari delapan kali bertanding.
Azhar Mustofa

Persiba Bantul Incar Kemenangan Di Kandang

Persiba Bantul Incar Kemenangan Di Kandang

Pelatih M. Basri berharap target kemenangan lawan Persema bisa tercapai.

Persiba Bantul menelan kekecewaan karena kembali kalah dalam laga tandang di kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Pada laga terakhir, Persiba ditaklukkan Persepar Palangkaraya 1-0. Kekalahan itu mengakibatkan Persiba tertahan di papan bawah klasemen.

Namun, Persiba memiliki peluang memperbaiki posisi. Pasalnya, Ezequiel Gonzalez dkk ini akan menjamu Persema Malang dalam lanjutan kompetisi di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (25/4). Bila target tiga poin tercapai, mereka bisa kembali melesat ke papan atas.

Pelatih M. Basri berharap target itu tercapai. Apalagi, rekor kandang Laskar Sultan Agung sangat bagus. Mereka meraih kemenangan besar saat menghajar PSLS Lhokseumawe (4-1) dan Persiraja Banda Aceh (4-0).

"Kami memiliki rekor bagus saat bermain di kandang sendiri. Terbukti, kami bisa meraih kemenangan besar pada dua laga kandang. Ini harus dipertahankan demi memperbaiki posisi Persiba di klasemen," jelas Basri kepada GOAL.com Indonesia.

Pelatih veteran juga memastikan Persema datang ke Bantul untuk melakoni laga tandang. Menurutnya, dia lebih fokus pada persiapan tim. Meski Persiba dikabarkan diterpa masalah, namun Persiba tak meremehkan lawan.

"Informasi yang diterima, Persema ada masalah. Tapi, kami tak mempersoalkan hal itu. Kami tetap fokus pada tim dan pertandingan. Kami pun tak meremehkan lawan," katanya.

Dalam laga itu, Persiba bisa menurunkan skuat terbaik, termasuk kiper utama Wahyu Tri Nugroho. Kiper timnas ini absen pada laga melawan Persepar karena cedera kaki saat latihan. Kini, dia sudah pulih dan siap dimainkan.
Azhar Mustofa

Timnas Belanda kunjungi indonesia



Belanda akan tampil menghadapi Indonesia dengan kekuatan utama.

 

Timnas Belanda bersiap membawa sejumlah pemain andalan ketika bertandang ke Indonesia, 7 Juni mendatang.

Di bawah penanganan Louis van Gaal, Oranje akan membawa serta para pemain andalan, antara lain seperti Arjen Robben, Robin van Persie, Klaas-Jan Huntelaar, Wesley Sneijder, Dirk Kuyt, dan Rafael van der Vaart ke Jakarta. Kedua tim tidak main-main karena pertandingan terdaftar sebagai laga uji coba resmi dalam kalender FIFA.

Tiket pre-sale untuk pertandingan di stadion Gelora Bung Karno ini juga telah dimulai Senin (22/4) ini hingga Rabu lusa. Pihak promotor Nine Sport Inc. melepas promosi "beli 4 bayar 3" selama periode tersebut dengan harga tiket dimulai Rp47.500 hingga Rp685.000.

Selain pertandingan uji coba, Belanda dijadwalkan pula melakukan kegiatan jumpa fans dan klinik kepelatihan.


Friday, April 19, 2013

Azhar Mustofa

FOKUS: Dari Choo Seng Quee Hingga Jacksen Tiago, Pelatih Asing Merah-Putih Dari Masa Ke Masa



Sebelum penunjukan Jacksen Tiago menjadi pelatih timnas Indonesia, siapa saja pendahulunya yang berasal dari mancanegara?


Sejarah kepelatihan timnas Indonesia banyak diwarnai dengan nama-nama asing. Dimulai dengan Choo Seng Quee hingga Jacksen Tiago. Semua didatangkan dengan ekspektasi melebihi kualitas lokal karena pelatih asing diharapkan mampu mengangkat performa tim yang sudah ada. Tak jarang pula pelatih yang ditunjuk harus membangun kerja kerasnya dari nol mengingat bekal dasar kemampuan bermain serta strategi pemain tanah air terbilang minim. Tak jarang pula keraguan menyertai kedatangan sang pelatih.

Sepanjang sejarah, PSSI telah menunjuk 17 pelatih asing untuk menangani tim Merah-Putih. Selain berstatus asing, Choo Seng Quee asal Singapura juga merupakan pelatih pertama timnas Indonesia usai era kemerdekaan. Pelatih kawakan yang kerap disapa Paman Choo ini menangani tim Merah-Putih pada 1951 hingga 1953. Tidak cuma itu, Paman Choo barangkali satu-satunya pelatih yang pernah menangani tiga negara serumpun, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sepanjang periode kepelatihannya. Pelatih ini dikenal punya kedisiplinan tinggi dan membawa Indonesia ke turnamen internasional pertama, yaitu Asian Games 1951.

Pogacnik memegang rekor sebagai pelatih terlama di timnas
Tongkat kepelatihan Paman Choo beralih ke seorang pria kurus asal Yugoslavia bernama Antun "Toni" Pogacnik. Kedatangan Pogacnik ke Indonesia pada 1954 tak lepas dari campur tangan Pemerintah Indonesia yang menjalin hubungan baik dengan Pemerintah Yugoslavia di bawah pemerintahan Marsekal Josef Broz Tito. Hingga kini nama Pogacnik terus dikenang publik sebagai salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Indonesia.

Prestasi Pogacnik bersama Merah-Putih naik turun. Terbaik ketika merebut medali perunggu Asian Games 1958 dan kemudian tersisih di Asian Games 1962 di fase grup meski bermain di Jakarta. Pogacnik pernah menangis ketika para pemain Indonesia ditahan kepolisian akibat terkena skandal suap pada persiapan Asian Games 1962. Pogacnik juga tercatat sebagai pelatih terlama yang pernah menangani timnas Indonesia sampai saat ini. Tercatat sembilan tahun yang dihabiskannya duduk di bangku teknik tim Merah-Putih sampai wafat dan dikebumikan di tanah Indonesia pada 1963.

Pelatih asing berikutnya baru datang berselang 12 tahun berselang. Juru taktik yang datang pun bukan main-main karena berstatus sebagai pelatih top dari Feyenoord Rotterdam, Wiel Coerver. Tugas utama Coerver adalah membawa Indonesia lolos dari kualifikasi Olimpiade Montreal 1976. Hampir saja tugas itu dijawab dengan sempurna ketika Indonesia tinggal melewati Korea Utara pada babak play-off Grup 2. Sayangnya, di depan pendukung yang memadati stadion Senayan, adu penalti menggagalkan ambisi itu.

Pelatih sekaliber Coerver pernah menangani Indonesia
Sukses Coerver meretas jalan bagi kedatangan Frans van Balkom pada 1978 untuk menangani tim Indonesia di SEA Games yang digelar di kandang sendiri setahun berselang. Tugas Van Balkom memperbaiki pencapaian Indonesia yang hanya menempati peringkat empat pada debut SEA Games di 1977. Tapi, pasukan Van Balkom cuma mampu meraih medali perak setelah dikalahkan Malaysia lewat gol Mokhtar Dahari.

Anatoli Polosin disambut dengan keraguan ketika ditunjuk melatih timnas Indonesia pada 1987. Sebelumnya, jasa dua pelatih asing digunakan PSSI tanpa mendatangkan hasil, yaitu Marek Janota dan Bernd Fischer. Belum lagi menyebut nama-nama seperti Joao Barbatana yang menangani tim yunior Indonesia lewat proyek Garuda pada awal 1980-an dan Josef Masopust yang datang dari Cekoslowakia guna melatih para Garuda Muda pada 1988 hingga 1991. Pendekatan Eropa Timur ala Polosin dicibir banyak pengamat jelang SEA Games 1991. Apalagi metode pelatih asal Uni Soviet itu tak juga mendatangkan hasil bagus pada awal periodenya.

Pendekatan latihan fisik yang berat membuat sejumlah pemain andalan tidak turut serta dalam tim SEA Games 1991. Namun, kerja keras Polosin rupanya berbuah emas. Kebugaran stamina pasukan Merah-Putih tak tertandingi meski harus bertanding dua kali 120 menit di semi-final dan final. Singapura dan Thailand berhasil ditundukkan melalui adu penalti sehingga Indonesia sukses merebut emas kedua sepanjang sejarah SEA Games. Sayangnya, hingga kini prestasi itulah yang belum dapat disamai generasi-generasi berikutnya.

Polosin, pelatih sukses terakhir di timnas
Mirip seperti sukses yang ditimbulkan Coerver, sepenghabisan Polosin PSSI menunjuk pelatih asal Eropa Timur lainnya guna menangani timnas, yaitu Ivan Toplak. Pelatih asal Yugoslavia itu punya tugas utama memimpin Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 1994. Kali ini metode Eropa Timur tak berhasil. Indonesia terhenti di babak tersebut dan dengan ditambah kegagalan mempertahankan medali emas di SEA Games 1993, kursi kepelatihan Toplak tak bertahan lama.

Kursi Toplak digantikan Romano Matte, pelatih Italia pertama dan hingga kini satu-satunya yang dimiliki Indonesia. Matte didatangkan setelah terlebih dahulu menangani tim Indonesia yang mengikuti kompetisi Primavera di Italia. Sama seperti para pelatih pendahulunya, misi Matte lagi-lagi memperjuangkan emas SEA Games di 1995. Meski mencetak rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah partisipasi SEA Games,  dengan melibas Kamboja 10-0, tetapi Indonesia tak mampu lolos dari Grup A setelah disingkirkan Vietnam.

Perubahan pelatih kembali dilakukan PSSI guna menyongsong SEA Games 1997 yang digelar di Jakarta. Henk Wullems menjadi juru taktik asing berikutnya berkat keberhasilan membawa Bandung Raya secara mengejutkan menjuarai liga Indonesia. Didukung kombinasi pemain antargenerasi, Wullems menyajikan permainan tim yang menyerang dan atraktif. Indonesia masuk final secara meyakinkan, tetapi harus menyerah di kaki Thailand lewat adu penalti.

Wullems menyuguhkan penampilan atraktif di SEA Games 1997
Tugas Bernard Schumm sempat dialihfungsikan dari direktur teknik menjadi pelatih ketika Indonesia mengikuti SEA Games 1999. Periode tugas pelatih asal Jerman ini pun tak bertahan lama seiring kegagalan Indonesia di ajang tersebut. Tiga tahun berselang, PSSI kembali menengok Eropa Timur dengan mendatangkan Ivan Kolev, pelatih yang punya resume menangani timnas yunior Bulgaria.

Kolev mengukir kemenangan mengejutkan ketika Indonesia menumbangkan Qatar 2-1 di Piala Asia 2004. Kekalahan tersebut menyingkirkan Philippe Troussier dari jabatan pelatih Qatar, tetapi ternyata tak juga menjamin stabilitas posisi Kolev. Usai turnamen, tugas Kolev digantikan pelatih yang memiliki catatan sukses lebih baik, yaitu Peter Withe.

Perubahan besar pertama yang dilakukan Withe adalah mengubah kebiasaan bermain tim Indonesia dengan tiga bek tengah menjadi formasi 4-4-2. Withe juga mengeluhkan kemampuan para pemain Indonesia yang tidak memiliki teknik dasar sepakbola yang baik. Butuh waktu menerjemahkan keinginannya sampai akhirnya Indonesia di tangan Withe tampil mencengangkan di Tiger Cup 2004.

Ilham Jayakesuma dan Boaz Solossa menjadi bintang tim saat itu sehingga untuk sejenak publik dapat melupakan figur Bambang Pamungkas yang tidak dipanggil mengikuti turnamen. Indonesia tak terbendung di babak penyisihan. Di semi-final, Indonesia dikalahkan Malaysia 2-1 di Jakarta, tetapi melancarkan balas dendam yang dahsyar di Kuala Lumpur dengan skor 4-1. Namun, sejarah kembali berulang. Euforia publik Indonesia gagal menemui puncak setelah harus menyerah di kaki Singapura di babak puncak.

Withe memperkenalkan formasi 4-4-2 di timnas
Kursi kepelatihan Withe hanya bertahan usai Kejuaraan AFF 2007 setelah gagal lolos dari fase grup meski tampil tak terkalahkan. Pergantian itu sempat dipertanyakan karena Piala Asia yang digelar di Indonesia, selain di Thailand, Malaysia, dan Vietnam, tinggal hitungan waktu. Untuk mengakalinya, PSSI menunjuk pelatih asing yang sudah mengenali karakter sepakbola tanah air, yaitu Kolev.

Kali ini Kolev sudah lebih percaya diri dan kian fasih berbahasa Indonesia. Dibantu persiapan turnamen dengan meliburkan kompetisi beberapa bulan sebelum dimulai, Kolev menyusun kekuatan. Tak banyak yang optimistis, tetapi ketika Indonesia mampu mengalahkan Bahrain 2-1 di laga pembuka, perhatian publik mulai tersita. Meski kemudian gagal melangkah ke babak delapan besar, penampilan Indonesia terbilang memuaskan karena "hanya" kalah tipis dari dua raksasa Asia, Arab Saudi dan Korea Selatan.

Pelatih asing berikutnya yang menangani Indonesia adalah Alfred Riedl pada 2010. Mirip skema saat mendatangkan Withe, PSSI memilih figur pelatih asing yang sudah punya catatan bagus di kawasan Asia Tenggara. Pilihan itu jatuh kepada Riedl yang membuat Vietnam disegani.

Indonesia dilibas Uruguay 7-1 pada laga persiapan AFF Suzuki Cup tahun itu, tetapi Riedl mampu membangun kekuatan tim yang memesona publik. Setelah 2007, gairah kembali muncul. Kali ini dengan skala yang lebih besar. Indonesia tak terbendung dan selalu menang di fase grup serta dua leg semi-final. Di babak puncak, Indonesia bertemu lagi dengan Malaysia yang digilas 5-1 di fase grup.

Tingginya gairah publik rupanya mengurangi fokus tim. Seolah-olah tim sudah juara tanpa perlu memenangi final dan dengan lawan "hanya" Malaysia. Indonesia akhirnya kalah secara mengejutkan di Bukit Jalil dan tak mampu mengatasi defisit agregat di leg kedua. Posisi Riedl masih aman karena tim ditargetkan untuk menembus final, bukan juara. Namun, seiring pergantian kepemimpinan PSSI pada pertengahan 2011, secara mendadak posisi Riedl dicopot dan digantikan Wim Rijsbergen. Itulah keputusan pertama Djohar Arifin Husin sebagai pengganti Nurdin Halid.

Blanco, Latin pertama tapi tak mendapat kesempatan turun bertanding
Posisi Rijsbergen tak bertahan lama. Tak populer di mata media, publik, serta para pemain, Rijsbergen dilengserkan dengan mempasifkannya di posisi direktur teknik. Jabatan pelatih sepanjang sisa kualifikasi Piala Dunia 2014 dipegang Aji Santoso untuk sementara dan kemudian dilanjutkan oleh Nil Maizar hingga AFF Suzuki Cup 2012. Sehari setelah anak asuh Nil tumbang di kaki Irak 1-0 di kualifikasi Piala Asia 2015, Djohar mendadak melakukan pergantian pelatih dengan menunjuk pelatih yang benar-benar asing, Luis Manuel Blanco.

Blanco menjadi pelatih asal Amerika Selatan pertama yang ditunjuk menangani Indonesia, tapi ironisnya tak pernah turun bertanding. Pendekatan dan kualitasnya dipertanyakan, Blanco digantikan PSSI dengan Rahmad Darmawan sebagai caretaker untuk laga kualifikasi Piala Asia melawan Arab Saudi.

Setelahnya, Blanco kembali digeser menjadi pelatih tim U-19. Posisi pelatih tim senior dipercayakan ke tangan Jacksen Tiago, pria Brasil yang sudah berkiprah di sepakbola Indonesia sejak masih bermain di era Ligina pertama, 19 tahun lalu. Penunjukan sudah dilakukan PSSI, tetapi hingga tulisan ini diturunkan masih menunggu kepastian jawaban dari Jacksen.

Menunjuk pelatih asing juga sama seperti memilih kiblat. Untuk soal ini, PSSI seperti telah mengarahkan kiblat ke segala arah, mulai dari mazhab Eropa Barat, Eropa Timur, Inggris, Asia, hingga kini belakangan ke Amerika Latin. Metode kedisiplinan Eropa Timur membuahkan medali emas SEA Games terakhir untuk negeri ini, sedangkan Eropa Barat, khususnya Belanda, kerap menyuguhkan permainan tim yang menyerang dan atraktif. Kini menarik ditunggu bagaimana penerjemahan mazhab Amerika Latin sesuai dengan gaya permainan khas Indonesia.

Thursday, February 7, 2013

Azhar Mustofa

Hat-Trick Cristian Gonzales Antar Arema Menggila

Arema menandai debut perdananya di Indonesia Super League 2013 dengan mencatat kemenangan 5-2 atas tamunya Persidafon Dafonsoro.

http://azharspot.blogspot.com/2013/02/hat-trick-cristian-gonzales-antar-arema.html

Arema sukses meraup poin penuh ketika menjamu tamunya dari tanah Papua, Persidafon Dafonsoro di stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (9/1) sore WIB. Dalam pertandingan ini, striker gaek Cristian Gonzales mencetak hat-trick dalam kemenangan Singo Edan 5-2.

Di awal-awal babak pertama, pasukan Rahmad Darmawan langsung unggul cepat melalui ketenangan Gonzales. Di menit kesembilan, sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti tak mampu dicegah oleh kiper Selsius Gebze. Adapun, gol tersebut tercipta setelah El Loco memanfaatkan umpan dari Joko Sasongko.

Tak mau ketinggalan, Persidafon coba menekan. Pada menit ke-13, Eduard Ivak Dalam melakukan serangan balik cepat hingga menembus jantung pertahanan lawan. Akan tetapi, dalam sebuah skema terbuka, tendangannya masih melambung ke atas mistar gawang kawalan Kurnia Meiga.

Saat laga akan memasuki menit ke-20, ada dua gol yang tercipta. Kreasi pertama lahir dari aksi Beto Goncalves di menit ke-18, di mana ia sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan. Semenit berselang, giliran Nabar yang sukses memperkecil keadaan menjadi 2-1 dengan mengarahkan bola ke pojok kanan gawang.

Tak berhenti sampai di situ, Arema menutup jalannya babak pertama dengan skor 4-1. Adalah Gonzales yang kembali menceploskan bola di menit ke-25 melalui sundulan kepala. Dan lima menit jelang babak pertama usai, pemain naturalisasi tersebut menggenapi hatt-trick-nya setelah menerima umpan dari Joko Sasongko, kembali dengan heading.

Memasuki 45 menit kedua, Arema praktis mendominasi. Baru tiga menit babak kedua dimainkan, Keith Kayamba Gumbs langsung mengubah papan skor di Kanjuruhan menjadi 5-1. Dalam sebuah skema apik, pemain gaek tersebut sukses mengeksekusi umpan tarik dari sayap.

Tertinggal jauh, Persidafon coba menekan sesekali dan terbilang mampu merepotkan pertahanan tim tuan rumah. Di menit ke-54, pergerakan Yekerek yang mengelabuhi Joko Sasongko masih belum bisa ia maksimalkan.

Ditekan habis-habisan, tim Elang Papua justru mampu memperkecil skor menjadi 5-2 melalui kreasi Nabar pada menit ke-66. Meski demikian, tak ada lagi gol yang tercipta hingga laga berakhir.

Susunan Pemain:

Arema: Kurnia Meiga, Hendro Siswanto, Victor Igbonefo, Theiry Gathusi, Al Farizie, Sukadana, Joko Sasongko, Sunarto, Kayamba Gumb, Beto Goncalves, Cristian Gonzales.

Persidafon: Selsius Gebze, M Haay, Andri Ibo, M Cireli, F.Amo, Z Rumkabu, Eduard Ivak Dalam, IZ Wanggai, Makanuay, Yekerek, Nabar.

Azhar Mustofa

Arema ISL Anggap Semua Lawan Di GrupC Berat



http://azharspot.blogspot.com/2013/02/arema-isl-anggap-semua-lawan-di-grupc.html

Rahmad Darmawan tidak ingin meremehkan semua lawan meski bermain di stadion Kanjuruhan.


Tergabung ke delam Grub C, Arema ISL harus berjibaku melawan beberapa lawan berat yang peringkatnya di Indonesia Super Liga musim lalu ada diatasnya. Karena itu, Rahmad Darmawan menganggap IIC adalah sarana yang pas buat membentuk karakter tim. Pembentukan itu juga dibarengi misi ganda untuk melihat kekuatan calon lawannya.

Tidak ingin meremehkan meski bermain sebagai tuan rumah adalah hal yang akan dilakukan oleh RD. Lagi-lagi RD bercerita jika permainan Arema di Trofeo Persija tidak akan diulanginya lagi. Ketika itu menurut RD, para pemain sebenarnya sudah menerjemahkan intruksinya untuk menyerang frontal, namun efeknya para pemain yang belum kompak malah terlihat banyak bermain sendiri-sendiri dan tergesa-gesa dalam menyerang.

"Kemarin [Trofeo Persija] kami bermain terbuka dan menyerang, padahal kekuatan lawan belum diketahui secara pasti. Di IIC besok, kami mungkin akan banyak menahan bola dan tujuan utama kami selain menang memang pembentukan karakter permainan Arema," ungkap RD usai memimpin anak buahnya latihan di lapangan futsal Sudimoro Malang.

Selanjutnya RD menyatakan seluruh tim di grup C adalah lawan berat yang harus dihadapi oleh timnnya. Karena hanya juara grup yang lolos ke semifinal, maka RD akan fokus dari lawan satu ke lawan yang lain. Istilahnya singkatnya, RD tidak akan memprioritaskan salah satu tim yang dianggap sebagai lawan berat.

"Saya masih belum paham benar kekuatan lawan nanti, karena itu saya tidak akan berspekulasi untuk menilai tim ini ringan atau berat. Buat saya semua penghuni grup C adalah lawan yang kuat," urai RD.

Untuk tim yang dihadapinya di pertandingan pertama, RD mengetahui jika Persela baru saja membentuk tim. Mereka juga punya pemain baru. Namun bukan berarti remeh, karena masih banyak pilar musim lalu yang bertahan di klub berjuluk Laskar Joko Tingkir ini.

"Gustavo Lopes, Mario Costas, Ikyun Oh, dan Roman Golian masih bertahan disana. Pilar asing itu kerangka utama dari kepaduan permainan Persela. Saya mewaspadai mereka semua," tutur mantan pelatih Sriwijaya dan Persipura.

Untuk Persipura dan Persiwa, RD mengatakan jika dua tim Papua itu punya kengototan khas Papua yang tidak mudah terpengaruh intimidasi suporter lawan meski bermain di kandang Arema.

"Saya pernah menangani Persipura, dan skuat mereka ternyata tidak berbeda jauh sehingga mereka sangat kompak dalam bermain sebab sudah berkumpul lama. Selain itu, hasil pertandingan pramusim persipura yang saya ketahui juga bagus sekali. Sebagai tambahan mereka sudah hampir dua bulan ini ada di Jawa Timur. Sehingga adaptasi sudah dilakukan," tutupnya.